Showing posts with label Teknis Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Teknis Budidaya. Show all posts

Budidaya Kubis atau Kol NASA

Posted by HARTINI NASA Thursday, 17 January 2019 0 comments
Saat ini tingkat produksi tanaman kobis dan kol secara kuantitas dan kualitas masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena tanah yang digunakan untuk budidaya minim unsur hara, permupukan yang dilakukan tidak berimbang , banyaknya populasi penganggu tanaman dan pengaruh cuaca serta iklim di lingkungan budidaya.



Oleh karena itu , PT Natural Nusantara (NASA) sebagai perusahaan yang peduli dengan permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya untuk membantu petani dalam usaha meningkatkan produksi secara kuantitas dan kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Sehingga para petani Indonesia mampu bersaing diera perdagangan bebas

FASE PRA TANAM

1. Syarat Tubuh Tanaman

  •  Tanaman kobis dan kol merupakan tanaman yang dapat ditanam sepanjang tahub (tanpa mengenal musim)
  • Dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 800 mdpl atau lebih, dengan curah hujan yang cukup dan suhu lingkungan antara 15 - 20  derajat Celcius
  • Jensi tanah yang baik untuk budidaya kobis dan kol yaitu tanah gembur dengan tekstur ringan dan pH 6 sampai 6,5

2. Pengelolaan Tanah dan Air

  • Bersihkan tanda dari kotoran sisa budidaya, gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekankan pertumbuhan penyakit yang terbawa oleh tanah seperti akar bengkak, rebah semai , busuk lunak , dan lain lain. Pembersihan dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar , bida juga dijadikan sebagai pupuk kompos.
  • Lakukan pergiliran tanaman dan jangan menanam kobis dan kolsecara terus menerus.
  • Tambahkan pupuk organik SUPERNASA (khususnya pada musim kemarau) untuk menyuburkan tanah tanpa  melakukan penyiraman dengan air terlalu banyak sehingga penggunaan air lebih efisien

3. Persiapan Lahan

  • Lahan dibajak dan dicangkul sedalam 20 - 30 cm
  • Berikan dolomit (CAPTAN) dengan dosis 2 ton per ha untuk pH tanah < 5,5. Kapur dolomit dan tanah diaduk hingga terjampur rata dan biarkan selama 2 minggu
  • Siramkan SUPERNASA secara merata ke atas bedengan, 1 botol SUPERNASA untuk 1000m2 lahan, pupuk organik SUPERNASA disiramkan dengan cara :
    • Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Setiap 200cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air untuk menyiram bedengan
    • Alternatif 2 : 1 sdm SUPERNASA diencerkan dengan 10 liter air (1 gembor ) untk menyiram 5 - 10 meter bedengan.
  • Untuk hasil optimal, tambahkan pupuk kandang sebanyak 0,25 kg per lubang tanam.

 FASE PERSEMAIAN

  • Media semai terdiri dari campuran kompos halus (telah diayak)dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 dan ditambah 1 sachet (100 gr) Natural GLIO  per 25 kg pupuk kandang
  • Benih kobis dan kol direndam dalam larutan POC NASA. Siapkan POC NASA 2 cc per 1 liter air, kemudian benih direndam selama 0,5 - 1 jam lalu diangin-anginkan.
  • Sebarkan benih secara teratur dan merata pada media persemaian lalu ditutup daun pisang dan biarkan selama 3 -4  hari.
  • POC NASA dengan dosis 3 tutup per tangki disemprotkan seminggu sekali.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari menggunakan gembor 
  • Persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00 dan pada sore hari pukul 15.00
  • Lakukan pengamatan pada bibit kobis dan kol yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama.Bibit yang terserang daunnya dipetik dan dibuang.

FASE TANAM

1. Jarak Tanam

Ada dua tipe jarak tanam dipilih dalah satu .Jarak tanam jarang 70 x 50 cn dan jarak rapat 60 x 50 cm

2. Bibit

Bibit telah siap ditanam jika telah berumur 3 - 4 minggu sejak persemaian dan telah memiliki 4 -5 helai daun.

3. Pemupukan

  • Pupuk dasar diberikan satu hari sebelum tanam. Dosis yang digunakan yaitu TSP 250 kg/ha , ZA 175 kg/ha, Urea 50kg/ha, dan KCl 100 kg/ha
  • Semua jenis pupuk dasar dicampur merata lalu diberikan pada lubang tanaman yang telah diberi pupuk kandang. Lalu tutup kembali dengan tanah

4. Cara Tanam

  • Buat lubang tanam sesuai jarak tanam
  • Seleksi bibit yang segar dan sehat
  •  Tanam bibit pada lubang tanam
  • Jika bibit kobis dan kol disemai pada bumbung daun pisang, sebaiknya langsung ditanam bersama bumbungnya
  • Jika bibit kobis dan kol disemai dengan polybag plastik, keluarkan bibit ari polybag baru kemudian ditanam
  • Jika disemai pada bedengan, bibit diambil beserta bola tanahnya dari batang 2 -3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)
  • Setelah selesai proses tanam , bibit disiram dengan air hingga cukup basah
  • Tanam kobis dan kol dapat ditumpangsarkan dengan tanaman tomat, 2 baris kobis dan 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 - 4 minggu sebelum bobis dan kol 

FASE PRA PEMBENTUKAN KROP ( 0 - 49 HARI)

  • Penyiraman dilakukan satu kali pada pagi atau sore hari
  • Lakukan pemupukan susulan ketika tanaman berumur 28 hari. Pupuk yang digunakan yaitu ZA 175 kg/ha , UREA 50 kg/ha dan KCl 100kg/ha
  • Penyemprotan POC NASA dosis 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK dosis 1-2  tutup per tangi dilakukan satu minggu sekali
  • Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan ketika tanaman berumur 2 dan 4 minggu
  • Perempelan cabang dan tunas -tunas yang tumbuh menyamping dilakukan seawal mungkin agar pembentukan bunga dapat optimal
  • Hama yang menyerang tanaman pada fase ini yaitu ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.) , ulat daun kobis/kol (Plutella xylostella L), ulat krop bergaris (Hellula undalis F.) dan ulat krop kobis (Crocidolomia binotalis Zell)
  • Mulai tanaman kobis dan kol berumur 13 hari, lakukan pengamatan setiap satu minggu sekali terhadap hama-hama tersebut. Biasanya populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
  • Lakukan pengendalian hama dengan mengumpulkan dan memusnahkan hama secara manual dan melakukan sanitasi lingkungan
  • Tanaman yang masih muda yang mati akibat penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn) dicabut lalu disulam dengan tanaman baru yang sehat. Dan tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.

FASE PEMBENTUKAN KROP (50 - 90 Hari)

  • Penyiangan secara manual (menggunakan tangan) perlu dilakukan hingga satu minggu  sebelum panen
  • Pengamatan yang lebih intensif perlu dilakukan terhadap hama yang merusak berat pada fase ini, yaitu ulat daun kobis (xylostella) dan ulat krop kobis (C.binotalis) biasanya menyerang pada bulan Februari hingga Maret
  • Serangan hama ketika menjelang panen tidak perlu dikendalikan dengan pestisida kimia karena akan menyisakan residu pada hasil panen yang nanti akan dikonsumsi manusia

PANEN DAN PASCA PANEN

  • Kobis dan kol dipanen setelah berumur 81 - 105 hari
  • Ciri kobis siap panen yaitu krop bagian dalam sudah padat, bagian atas daun krop terluar sudah melengkung keluar dan berwarna agak ungu
  • Saat panen, dua helai daun hijau disertakan untuk melindungi krop
  • Jangan sampai kobis dan kol hasil panen menjadi memas atau luka, karena akan mengurangi kualitas karena membuat kobis dan kol menjadi cepat busuk
  • Daun - daun kobis yang terinfeksi , misalnya bolong atau luka harus dibuang.

Baca Selengkapnya ....

Teknik Budidaya Buah Mangga Dengan Pupuk Organik NASA

Posted by HARTINI NASA Sunday, 13 January 2019 0 comments

Cara Meningkatkan Panen Buah Mangga dengan Pupuk Organik NASA




Budidaya Buah Mangga menjadi salah satu peluang yang cukup bagus karena produksi buah mangga saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, terutama pasar luar negeri. hal tersebut karena kualitas buah mangga dari Indonesia belum mampu bersaing dipasar luar negeri dan tingkat produktivitasnya yang masih rendah. Kondisi seperti ini karena penerapan Teknik Budidaya Buah Mangga belum maksimal. Dengan memperhatikan kondisi tersebut PT. Natural Nusantara dengan segala teknologi organiknya dapat membantu peningkatan produksi buah mangga , baik secara kualitas, kuantitas, dan aspek kelestaria lingkungan (K-3), dengan harapan petani Indonesia dapat bersaing  di era pasar bebas.




Teknik Budidaya Buah Mangga

Pohon mangga tumbuh baik pada tanah tebal dengan struktur rema dan berbutir butir di ketinggian 50 - 300 mdpl. Jenis buah mangga yang memiliki nilai jual tinggi yaitu jenis Gadung 21 Arumanis 143, Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan, Golek 31.

Persiapan Lahan

Lubang tanam dibuat 1 - 2 bulan sebelum tanam, dengan ukuran 1 x 1 x 1 m dan ukuran jarak tanam, tanah galian dimasukkan ke lubang tanam dan dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 ; 1. Lebih maksimal jika disiram SUPERNASA ( 0,5 sdm dicampur 5 liter air per pohon )

Penanaman Mangga

Sebaiknya penanaman dilakukan di awal musim hujan. Ditanam dengan kedalaman 15 - 20 cm diatas leher akar dan tanah di sekitar tanaman ditekan  agar tanaman tidak roboh . Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke arah barat dan selanjutnya dikurangi sedikt demi sedikit.

Pemupukan Tanaman Mangga
  • Pupuk kandang di berikan satu kali saat awal musim hujan. Mangga umur 1 - 5 tahun diberi 30 kg pupuk kandang, umur 6 - 15 tahun di beri pupuk 60 kg pupuk kandang. Akan lebih maksimal berikan SUPERNASA dengan aturan :  
    • Alternatif 1 : 0,5 sdm dicampur 5 liter air per tanaman.   
    • Alternatif  2   :   1 botol SUPERNASA di encerkan ke dalam 2 liter air, jadikan larutan induk. lalu setiap 20 ml larutan induk dicampur1 liter air untuk menyiram per pohon.  
  • Selanjutnya Pemberian SUPERNASA diberikan 3 - 4 bulan sekali.
  • POC NASA ( 3- 4 tutup botol ) ditambah HORMONIK (1 tutup ) per tangki, semprotkan setiap 1 - 3 bulan sekali.
  • Pupuk NPK diaplikasikan 2 kali setahun, saat awal musim hujan ( Nopember - Desember ), dan akhir musim hujan ( April - Mei), dengan dosis : 
UMUR
PK (kg)
Dosis Pupuk Makro ( kg/pohon)
ZA
TSP
KCl
1 – 3
20 - 30
0,5 – 1
0,25 – 0,5
0,25 – 0,5
4 – 6
30 – 40
1 – 2
0,5 – 1
0,5 – 1
7 – 10
50 – 60
2 – 3
1 – 1,5
1 – 1,5
>10
50 – 60
3 – 4
1,5 - 2
1,5 – 2


PEMANGKASAN
Pangkas Bentuk (3 tahap) :

  • Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 - 60  cm dari permukaan tanah dan pemotongan diatas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara  3 cabang yang arahnya menyebar
  • Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 - 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing - masing cabang dipelihara 3 tunas . Jika lebih  dibuang.  Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1 - 3 - 9.
  • Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II , tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.
Pangkas Produksi

Pemangkasana ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering . cabang yang tumbuh ke dalam dan kebawah serta cabang air yaitu cabang mudqa yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.

PENDANGINRAN


Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan , dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekittar kaca tanaman agar pantogen yang ada dalam tanah mati.

MULCHING (MULSA)


Pemberian mulsa diakhir musim hujan , menggunakan jerami/ sisa - sisa bekas pangkasan / tanaman sela

PENGENDALIAN GULMA 


Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun

INDUKSI BUNGA 


Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat  SUPER NASA dengan dosis 1 - 2 sendok / pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata dibawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari - Maret ) dan disemprot POC NASA ( 3 - 4 ttp/ tangki)  + HORMONIK (1ttp) per tangki :

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH


Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali , pada saat bud break , bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung) . Pupuk yang digunakan :
  1. Monokalsium Phospat (MKP) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation ( dosis 2,5 gr/ liter)
  2. POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation (dosis 4 - 5 tutup/ tangki)
  3. POC NASA ( 3 - 4 tutup) + HORMONIK (1tutup) pertangki diberikan pada saat mango size dan marble size.

HAMA DAN PENYAKIT


a. Tip  Brorer, Clumetia  transversa
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor / menggerek tunas atau malai menuju bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu , kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian : cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar. pendangiran untuk mematikan pupa, penyempotan denga PESTONA

b. Thrips ( Scirtothrip dorsalis)
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun an buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila  bunga diketok ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan  kertas putih akan akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong  lalu dibakar , tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur , penyemprotan BVR dan PESTONA

c. Utalt Phylotroctis sp.
Warna sedikit coklat ( beda denga Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctoctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan abisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari . Pengendalian dengan PESTONA.

d. Seed Borer, Noorda albizonalis
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatknya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai  sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dan PESTONA

e. Wareng mangga ( Idiocerus sp.)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elogation. Nimfia dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga , sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudia mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan , penyemprotan BVR/ PESTONA sebelum bunga mekar / pada sore hari.

f. Lalat Buah (Bractocera dorsalis)
Buah yang terserang mula - mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangkan larva. Bersifat agravator yaitu memungkindakn serangan hama sekunder (Drosophilla sp.) , jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah.

g. Penyakit Antraknose ( Colletotrichum sp.)
Terjadi bintik-bintik  hitam pada flush , daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan , penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok , vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/ cabang kemudian dan cendawan Diploma masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga ( jamur Meliola mangiferae), kudis / scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp)

Catatan: Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi , dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran . Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang olah air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis kurang lebih 5 ml (0,5 tutup) per efektif dan efisien dapat dicampur Perekat Perata AERO 810 , dosis 5 ml (1/2 tutup) / tangki.


PANEN DAN PASCA PANEN


Panen dilakukan pada umur 97 hari setelah bunga mekar , buah berbedak dan pada jam 09.00 - 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm. Kemudian dilakukan seleksi grading,

Baca Selengkapnya ....

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JARAK DENGAN NASA

Posted by HARTINI NASA Monday, 26 November 2018 0 comments
BUDIDAYA JARAK 
Distributor Nasa N-388431
Stockist Nasa H.1339
SUHARTINI (Hartini Nasa)
0857-5692-2292

PENDAHULUAN 
     Tanaman jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuai iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai dibudidayakan .
     PT. NATURAL NUSANTARA mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu memproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan stsndar Kualitas, kuantitas, dan kelestsrian lingkungan (Aspek K-3) . 


SYARAT PERTUMBUHAN 
     Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya. 
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutukkn syarat temperatur  200-300C Sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 mdpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 400C atau lebih.

PERSIAPAN LAHAN

     Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini bisa didaerah marginal/kritis, karena tanaman jarak ini tidak terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, halnya tanaman perdu lainya. Pengolahan tanah dengan ukuran 30cmx30cmx30cm dan jarak tanam antara barisan 2-4 m dan jarak dalam  barisan1-2 m tergantung varietas yang dipilih. Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari ganguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati/senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.

PEMBIBITAN

     Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung dilahan kemudian pilih yang terbaik pertumbuhanya untuk dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot POC NASA dosis 2-3 ttp per tangki seminggu sekali pada pagi hari.

MACAM-MACAM JENIS JARAK

     Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh ditanah air kita antara lain  :
A. Jarak Kepyar / Jepang ( Ricinus communis).
Jenis ini laku dipasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan. Bijinya mengandung Glicoprotein yang besifat racun orang sering menyebutnya Ricin. 
B. Jarak Pagasr/ Cina (jatropha curcas) 
Jenis ini berbuah terus-menerus atau (tahunan) . Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu : 
  • Asembagu 22 : kandungan minyak 55-57 %
  • Aembagys 60 : kandungan minyak 48-52 %
  • Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54 % 
  Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80%biji ( daging), mengandung 40-50 % minyak , kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas .


PEMELIHARAAN 
     Yang penting diperhatikan adalah tanaman jatak ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air(terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan . 
     Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara. 

PEMUPUKAN 
     Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang disamping pupuk anorganik pada saat tanam .
Jenis pupuk
Dosis (kg/ha)
Waktu Pemupukan
Urea
SP- 36
KCI
Urea
50
75
50
100
Saat tanam
Saat tanam
2 mgg setelah tanam
1 bln setelah tanam
Catatan : Tidak berlaku mutlak / bervariasi untuk masing-masing daerah. 

     Akan lebih baik ditambah SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 botol untuk kurang lebih 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA atau POWER NURTITION diencerkan dalam 2 liter air (2000 ml) dijadikan larutan induk. Kemudan setiap 10 lter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman perpohon/
     Penyemprotan dengan POC NASA dosis 1 ttp per tangki setiap satu bulan sekali dianjurkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualiytas.



PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 
     Tamanam jarak sebenarnya jarang diserang hama ataupun penyakit, namun bisa jadi terserang jika saja kondisi lahan kurang bersih ataupun ada semak yang dapat menjadi inang sementara bagi hama-hama tertentu. Pengendalian hama terpadu yaitu dengan menjaga kebersihan lahan merupakan tindakan prefentif yang paling muda dilakukan sebelum hama menjadi tak terkendalikan dan merugikan 
     hama yang kadang menyerang tanaman jarak adalah sejenis kutu putih. Tanaman jarak sering tumbuh liar sehingga kutu putih sering menjadikannya inang sementara. Untuk pencegahannya gunakan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian. 
     Disamping kutu putih, jarak juga mungkin diserang ulat yang menyerang daun, yang bisa dicegah dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 lakukan penyemprotan dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian untuk pencegahan, satu munggu sekali disemprotkan merata diatas dan dibawah helai daun. 
     Sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur, sebainya sebelum tanam disebarkan 1 pakk Natural GLIO ditambah 25-30 kg pupuk kandang dan didiamkan seminggu. 

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif lain bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan . Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan AERO 810 dosis 0,5 ttp botol per tangki. 

MASA PANEN
     Masa berbunga terjadi setelah tanaman berumur sekitar 60-70 hari dan buah mulai dapat dipanen setelah umur tanaman sekitar 100-110 hari, yang biasanya jatuh dimusim panas yaitu bulan agustus hingga oktober. Buah yang terlambat panen akan melenting dan berhamburan sehingga disarankan panen harus benar-benar tepat waktu. produksi yang dapat dicapai sekitar 1-3 ton/ha. 

PEMANFAATAN HASIL
     Pada masa Jepang minyak jarak diolah menjadi minyak pelumas persenjataan yang handal, karena sangat kental, Berat jenisnya kurang lebih 0,96 dan sangat sukar untuk dilarutkan , sehingga mudah dibedakan dari minyak lain . Sebagian besar produksinya dipergunkan  sebagai minyak  lumas untuk mesin yang berputar cepat,  Salah satu keuntungan dari minyak ini adalah bahwa dia tidak menetes , tidak meninggalkan sisa bakar , dan tidak larut dalam bensin sifat-sifat yang besar artinya dalam keperluan penerbangan dan telah memberinya tempat yang tetap disamping minyak-minyak mineral yang telah mendesaknya walaupun daya pelumnasnya yang cukup besar.
     Selain itu biji jarak ricinus kaya akan enzime lipase yang dapat menguraikan lemak dan minyak menjadi asam-asam lemak yang bebas dan glycerin. Asam lemak tersebut dapat dinetralisir dengan soda atau kalium karbonat (potas), menghasilkan sabun keras / lunak.
     Diperusahaan-perusahaan batik minyak jarak berperan juga dalam pewarnaan kain katun yang akan diberi warna dengan mengkudu.
     Bahkan akhir-akhir ini dengan peningkatan harga BBM dimulai penanaman tanaman jarak besar-besaran untuk alternatif lain dari bahan bakar minyak yang dipadukan dengan paket reboisasi lahan kritis sehingga berpengaruh positif bagi perekonomian dan juga kelestarian lahan diseluruh nusantara.  

Baca Selengkapnya ....

TEKNIS BUDIDAYA PANILI ORGANIK NASA

Posted by HARTINI NASA Wednesday, 21 November 2018 0 comments


TEKNIS BUDIDAYA PANILI 

(Vanilla planifolia, A.)


PENDAHULUAN 

Tanamaan vanili atau si Emas Hijau merupakan komoditi yang menjanjikan . Namun tidak semua panili berharga "emas" , hanya kualitas terkaitlah yang diberikan harga istimewa. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi panili secara kuantitas, kualitas, dan kelestarian (aspek K-3) .


SYARAT PERTUMBUHAN 

Panili dapat hidup diiklim tropis, curah hujan  1000-3000 mm/tahun. cahaya matahari kurang lebih 30-50 %, suhu udara optimal 20-250C, kelembapan udara sekitar 60-80%, ketinggian tempat 300-800 mdpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir kerikil (gravelly sandy loam) , mudah menyerap air, pH kurang lebih 5,7-7. 


PEMBIBITAN 

  1. Seleksi bibit                                                                                                                                       Jenis panili bernilai ekonomis yaitu  Vanilla planifolia Anrews, Vanilla tahitensis JW . Moore , Vanilla pompana  Syarat Bibit Generatif : tulen , punya sifat yang hampir sama, dengan induknya, : murni , biji tidak tercampur dengan kualitas jelek, : biji dalam kondisi segar dan sehat : bibit vegetetif , : tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah.
  2. Penyiapan Bibit                                                                                                                               => Bibit generatif berasal dari biji yang unggul                                                                             => Bibit vegetatif dengan stek, mempercepqat perakaran stek dapat direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) Kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam dan disiram POC NASA (2-3 tutup) +HORMONIK (1 tutup) per 10 liter air                                                                                => Kulture Jaringan 
  3. Teknik penyemaian benih                                                                                                                Bibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh . Tempat penyemaian harus Teduh. 
  4. Pemeliharaan Pembibitan /Penyemaian                                                                                           Penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan. Setiap seminggu sekali semprot dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) pertangki (14-17 liter) .
  5. Pemindahan Bibit                                                                                                                             Pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibitstek sekitar umur  1-2 bulan, bibit biji waktunya lama. 

PENGOLAHAN MEDIA TANAM 

  • Prengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung dapat ditanam, cek kondisi tanah. 
  • Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.
  • Buat jalur bedengan , lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm.
  • Lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam.

PENANAMAN 

  • Penanaman ditengah bedengan, penanamannya monokultur
  • Buat lubang tanam dekat dengan tanaman penegak berukuran panjang, lebar, dan dalam antara 20 x 15 x 10 cm, 25 x20 x 12 cm, dan 30 x 25 x 15 cm.
  • Tanam stek dengan cara memasukan 3 ruas seluruhnya kedalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna. 
  • Tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.
  • Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.
  • Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musum hujan 
  • Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4-7 hari dan pangkal stek bibit direndam dalam POC NASA/ HORMONIK (1-2 cc/ liter) + Natural GLIO untuk menghindari pembusukan 

PEMELIHARAAN TANAMAN 

  1. Penyulaman                                                                                                                                       Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik , segera disulam. 
  2. Penyiangan dan Pembubunan                                                                                                          Penyiangan dilakukan 1 bulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan panili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap. 
  3. Perempelan                                                                                                                                       => Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tanaman yang dilengkukngkan dan disisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat dan seimbang.                  => Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbuanga dan saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah                                                                                                                                                  => Perempelan Peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit.
  4. Pemupukan                                                                                                                                        Tebarkan pupuk makro disekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran panili cukup dangkal . Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCI 14 kg, CaCo3 5-10kg, MgSO4H2O 2,5-5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun. Pemupukan diberikan setahun sekali. Akan lebih baik jika dikocor dengan SUPERNASA dosis kurang lebih 0,5 sdm/5 liter air/pohon setiap 3 bulan sekali dan penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali atau POC NASA (3-4 tutup)+HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-4 minggu sekali. 
  5. Pengairan dan Penyiraman                                                                                                               Tanaman panili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah.
  6. Pemberian Mulsa dan Pendangiran                                                                                                  Pemberian Mulsa dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran . Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung,tetapi bisa juga serbuk gergaji yang diletakan diatas permukaan tanah dekat pohon panili. 
  7. Perambatan                                                                                                                                       => Sistem pagar sulur-sulur , tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. pagar tempat menjalarnya panili dapat dibuat dari bambu yang diikat pada pohon yang satu dengan pohon yang lain.                                                                     => Sistem perambatan penunjang tunggal , tanaman panili dirambatkan lurus keatas pada naungannya.
  8. Pemangkasan Pohon Pelindung                                                                                                       Pohon pelindung dapat digunakan Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari.
  9. Pembungaan dan Penyerbukan                                                                                                         Panili berbunga seteleh berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian . Mekarnya bunga hanya berlaku 12 jam , yaitu mulai pukul 24.00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08.00 dsampai 10.00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat atau memotong bibit dang membatasi kepala sari dan kepala putik untuk dilakukan penyerbukan . Seminggu setelah penyerbukan semprot dengan POC NASA dosis (3-4 tutup) dan HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 2-3 minggu sekali. 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 

a. Hama 

  1. Bekicot                                                                                                                                             Menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari . Pengendalian : secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang.
  2. Belalang Pedang                                                                                                                               Merusak/memakan daun muda dan batang panili. Pengendalian : menyemprotkan PESTONA atau Natural BVR 
  3. Penggerak Batang                                                                                                                             Larva hama ini merusak/menggerak batang tanaman panili nyang menyebabkan tanaman panili lambat laun layu dan mati. Pengendalian : penyemprotan PESTONA 
  4. Ulat bulu jambul dan ulat geni                                                                                                         Merusak bagian pucuk , daun, batang, dan bunga. Pengendalian : penyemprotan PESTONA 

b. Penyakit 

  1. Busuk akar                                                                                                                                          Gejala : akar hitam , tanaman menjadi kecoklata-coklatan dan akhirnya mati, biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian : menjaga sesuburan tanah dengan pemupukan , pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban, Pencegahan diawal dengan Natural GLIO .
  2. Busuk batang                                                                                                                                    Penyebab : jamur Fusarium batatatis. Gejala : pada batang terjadi bercak-bercak warna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepet. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering. Pengendalian : mengurangi kelembaban dan draenase yang baik, saat stek akan ditanam dicelup dalam POC NASA+ Natural GLIO.
  3. Busuk buah                                                                                                                                       Ditemukan pada buah panili muda.  Gejala : muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam , kering selanjutnya mati. Pengendalian : penyemprotan Natural GLIO + gula pasir dosis 1-2 sendok teh per 10 liter air. 
  4. Busuk pangkal batang                                                                                                                      Penyebab : jamur Sclerotium sp. Gejala : pangkal batang tampaqk berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat miselium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian : gunakan bibit bebas busuk pangkal batang, Penyemprotan Natural GLIO + gula pasir .
  5. Bercak coklat pada buah                                                                                                                  Penyebab :oleh  cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Gejala : bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk. Pengendalian : (1) Segera petik buah terserang kemudian membakarnya ,(2) Peenyemprotan dengan Natural GLIO dengan dosis 1-2 sendok /10 liter air.
  6. Bercak coklat pada batang                                                                                                              Penyebab : cendawan Netria Vanilla, zimm. Gejala : batang tampak bercak coklat yang lama kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian : potong dan bakar batang yang terserang. 
  7. Antraknose                                                                                                                                       Penyebab : jamur Calospora vanillae, mass. Gejala : daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak. Pengendalian :  potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan draenase.
  8. Karat Merah                                                                                                                                     Penyebab : Ganggang Cephaleuros heningsii, schm. Gejala : bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian : singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung.
  9. Penyakit pasca panen                                                                                                                       Penyebab penyakit yang menyerang panili setelah dipanen : jamur Aspergillus, penicillium, rhizopus, sp. dan Sclerotium, sp. Pengendalian : penanganan pasca panen yang baik. 
Catatan 
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai yang dianjurkan . Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat peratan AERO 810 dosis 1-2 tutup/tangki..

E. PANEN DAN PASCA PANEN 

  • Pemetikan pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman. 
  • Ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah.
  • Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2-3 bulan. 
  • Cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu panili.
  • Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga agar buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk tingkat kemadakan dan buah yang cacat >20 cm.
  • Lakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah.
  • Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, untuk pembentukan aroma selama kurang lebih 48 jam.
  • Lakukan pengeringan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30%.
  • Tempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran atau karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siao dikirim dan dijual. 

INFO/ ORDER

0852 2595 9595

ARI NASA

DISTRIBUTOR RESMI NASA






Baca Selengkapnya ....

Teknis Budidaya Kubis Dengan Pupuk NASA

Posted by HARTINI NASA Saturday, 23 December 2017 0 comments
                                BUDIDAYA KUBIS CORP 

PENDAHULUAN
     Sampai saat ini tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme penggangu tanaman, cuaca dan iklim.

     PT. NATURAL NUSANTARA sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas serta memelihara Kelestarian  lingkungan (K3). Sehingga petani mampu bersaing diera pasar bebas (globalisasi).



FASE PRA TANAM
1. Syarat tumbuh 
  • Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun
  • Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 mdpl keatas, curah hujan cukup dan temperatur udara ,    150-200C. 
  • Jenis tanah yang dikehendaki gembur, berstektur ringan atau sarang serta pH 6-6,5. 
2. Pengelolaan Tanah dan Air 
  • Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dan lain-lain. Dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos.
  • Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman 
3. Persiapan Lahan
  • Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30cm
  • Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2ton/ha jika pH<5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan biarkan 2 minggu
  • Siram pupuk SUPER NASA atau POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis 1-2 botol /1000M2
  • Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan kira-kira 0,25-0,5 kg per lubang tanam
FASE PERSEMAIAN 
  • Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan : 1:1 dan ditambah 100gr (1sachet) Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang 
  • Benih direndam dalam air hangat kurang lebih POC NASA dosis 2cc/lt air selama 0,5-1jam lalu diangin-anginkan
  • Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu tutup daun pisang selama 3-4 hari
  • Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki
  • Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor
  • Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00
  • Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang
FASE TANAM
  1. Jarak tanam =>jarak tanam jarang 70-50cm atau jarak tanam rapat 60-50cm
  2. Bibit =>Bibit yang telah berumur 3-4minggu memiliki 4-5 daun siap tanam
  3. Pemupukan =>Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250kg/ha TSP,50kg/ha UREA, 175kg/ha ZA, dan 100kg/ha KCI
  4. Cara tanam 
  • Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam 
  • Pilih bibit yang segar dan sehat
  • Tanam bibit pada lubang tanam 
  • Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya
  • Bila bibit disemai pada polybag plastik, keluarkan bibit dari polybag lalu baru ditanam
  • Bila disemai dalam bedengan ambil bibit bersama tanahnya sekitar 2-3cm dari batang sedalam 5cm dengan solet (sistem putaran)
  • Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah
  • Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat. Tomat ditanam 3-4 minggu sebelum kubis
FASE PRA PEMBENTUKAN CORP (0-49 HARI)
  •  Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari
  • Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50kg/ha Urea, 175g/ha Za, dan 100kg/ha KCI
  • Penyemprotan POC NASA 3-4 tutup/tangki ditambah HORMONIK  1tutup /tangki dilakukan setiap 7-10 hari sekali.
  • Penyiangan (penggemburan dan pembumbunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu
  • Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal
  • Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella l.), Ulat corp kubis  (Crocidolomia binotalis zell.), Ulat corp bergaris (Hellula undalis,F.)
  • Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
  • Pengendalian : kumpulkan dan musnakan secara mekanik , sanitasi lingkungan.
  • Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solanikuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam 
FASE PEMBENTUKAN CORP (50-90 HARI) 
  • Penyemprotan POC NASA 3-4 tutup/tangki ditambah HORMONIK  1tutup /tangki dilakukan setiap 7-10 hari sekali.
  • Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampe kira-kira satu minggu sebelum panen
  • Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu : Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat Corp Kubis (C. binotalis), basanya pebruari -maret
  • Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)
  • Untuk pencegahan serangan hama lebih baik semenjak awl tanam rutin disemprot PESTONA   dan jika terjadi serangan hama dapat digunakan PENTANA + AERO 810.
PANEN DAN PASCA PANEN
  • Kubis dipanen setelah berumur 81-105 hari
  • Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun corp terluar pada bagian atas corp sudah melengkung keluar dan berwarna agak ungu, corp bagian dalam sudah padat .
  • Pada saat panen diikutsertakan dua helai daun hijau untuk melindungi corp
  • Jangan sampai terjadi memar atau luka. Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia Carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris) 
  • Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang

Baca Selengkapnya ....

Cara Budidaya Kelapa Dengan Pupuk NASA

Posted by HARTINI NASA Saturday, 2 December 2017 0 comments
Budidaya Kelapa
Cocos nutifera

PENDAHULUAN
     Menurunnya minat petani untuk membudidayakan komodit kelapa sebenarnya merugikan secara nasianal , karena tanaman kelapa mempunyai syarat tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia . 
     PT. Natural Nusantara berupaya memberikan pedoman teknis budidaya kelapa dengan aspek K-3 yaitu kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan , sehingga mampu meningkatkan taraf penghasilan petani. 


SYARAT PERTUMBUHAN 
     Tanah yang ideal untuk penanaman kelapa adalah tanah pasir, berabu gunung, dan tanah berliat, Dengaaaaaaaaan pH tanah 5,2 hingga 8 dan mempunyai struktur remah srhingga perakaran dapat berkembang dengan baik. 
     Sinar matahari banyak minimal 120 jam perbulan, jika kurang dari itu produksi buah akan rendah . Suhu yang paling cocok adalah 27 derajat dengan variasi rata-rata 5-7 derajat  C suhu kurang dari 20 derajat c tanaman kurang produktif. 
     Curah hujan yang baik 1300-2300 mm/th. Kekeringan panjang menyebabkan produksi berkurang 50%, sedangkan kelembapan tinggi menyebabkan penyakit jamur. 
     Angin yang terlalu kencang terkadang merugikan tanaman yang terlalu tinggi terutama varietas dalam.

PENGOLAHAN LAHAN 
     Pengolahan tanah yang diperlukan adalah pembuatan lobang tanam dengan ukuran 0,9 x 0,9 x 0,9 m dengan penambahan pupuk kandang dan humus. Jarak tanam yang baik untuk jenis dalam yaitu 9 x 10 m dan jenis genjah 6 x 6 m. 

PEMBIBITAN 
     Pilih buah yang bagus dan tua, rendam dengan larutan air + POC NASA dengan dosis 1-2 ttp/10 ltr air selama 2 minggu, kemudian semaikan bibit di bedengan dan kedalaman sama dengan buah kelapa, timbun buah kelapa dengan letak horizontal dengan tebal timbunan 2/3 buah . jarak antara bibit 25 x 25 cm dan bibit akan berkecambah setelah 12-16 minggu, jika lebih dari enam bulan tidak berkecambah dianggap mati/bibit jelek. Rawat bibit dibedengan hingga umur 30 minggu atau brdaun 3 lembar. Lakukan penyiraman bila tanah kurang air.
     Lakukan pemupukan sesuai dengan rekomendasi setempat atau dengan mengacu pada tabel pemupukan berikut : 

     Pospat diberikan 2 minggu sebelum pupuk lain dan dicampur rata dengan tanah 
CATATAN : Akan lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali selang waktu 3-4 bulan sekali dengan dosis 1 botol untuk kurang lebih 400 bibit. 1 botolSUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000ml) air dijadikan larutan induk . Kemudian setiap 1 liter air diberi larutan induk tadi untuk penyiraman setiap bibit . 

PENANAMAN 

CATATAN : Pemberian pupuk pertama pada tanaman kelapa sebaiknya pada awal musim hujan (september-oktober) dan kedua diakhir musim hujan (maret -april) . Dosis tidak mutlak tergantung kondisi tanah setempat.

Siram SUPERNASA (0-4 tahun) dan POWER NUTRITION  (diatas 4 tahun) 1 botol untuk 50-100 pohon dengan dosis 0,5-1 sendok makan per 10 ltr air perpohon setiap3-6 bulan sekali atau dengan dibuat larutan induk sbb : 
=> 1 botol (500gr) SUPERNASA /POWER NUTRITION diencerkan dengan 5 liter air (5000 cc) jadi larutan induk . Kemudian setiap 10 ltr air diberi 50-100 cc larutan induk disiramkan untuk 1 pohon.
=> Penyemprotan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali selama masih bisa dijangkau alat semprot. 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Golongan Coleoptera 
     Hama golongan ini yang paling banyak menyerang adalah Oryctes rhinoceros. Cara mengendalikan dengan membuat trap/ jebakan berupa kotak-kotak yang berisi sampah dan sebagai pencegahan dikendalikan dengan pemberian Natural BVR atau jika sudah menjadi uret dengan PESTONA atau dengan menggunakan musuh alaminya yaitu tikus ,tupai, ayam ,bebek, dan burung hantu. 
2. golongan Lepidoptera 
     Species yang sering menyerang adalah Tiratabhata rufivena yang larvanya memakan bunga kelapa dan Achritocera negligens yang mengebor tangkai bunga yang belum membuka dan memakan isinya. Pengendaliannya dengan menggunakan PENTANA + AERO 810 ataupun Natural GLIO sifatnya yang cepat berpindah maka pengendaliannya harus secara merata untuk pencegahan . 
3. Golongan Hemiptera 
     Jenis yang menghisap cairan daun sehingga daun mati adalah jenis homoptera (gareng pong jawa). Jenis lain yang menghisap cairan buah adalah Heteroptera , sehingga buah menjadi rontok sebelum matang. Pencegahan dengan PENTANA + AERO 810 dan PESTONA secara bergantian. 
4. Penyakit yang juga mungkin  menyerang adalah : 
     Busuk tunas atau pucuk yang disebakan oleh jamur phytophthora palmivora dan penyakit lingkar merah pada daun yang disebabkan cacing atau belut tanah Rhadinaphelencus cocophilus. kedua macam penyakit ini hanya dengan eradikasi atau pemusnahan tanaman yang terkena serangan . 

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternativ terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki. 

PEMANENAN 
     Untuk kelapa jenis dalam , umur berubah setelah 8-10 tahun, dan umur bisa mencapai 60-100 tahun dengan produksi yang diharapkan adalah kopra . Untuk kelapa jenis genjah berbuahsetelah umur 3-4 tahun dan berbuah maksimal pada saat umur 9-10 tahun , dan bisa mencapai umur 30-40 tahun kurang bagus untuk kopra karena daging buahnya yang lunak. 
     Panen buah kelapa dilakukan menurut kebutuhannya . Jika kelapa yang diinginkan dalam keadaan kelapa masih muda kira-kira umur buah 7-8 bulan dari bunganya. Jika ingin mengambil buah tua untuk santan atau kopra dipanen disaat umur sudah mencapai 12-14 bulan dari berbunga atau jika sudah tidak lagi terdengar suara air didalam buahnya. 

PASCA PANEN 
     Pengolahan buah kelapa yang tua pada akhir-akhir ini mulai mengarah pada pemanfaatan minyak kelapa murni atau  virgin coconut oil yang mampu meningkatkan nilai jual dari produk kelapa, atau pun masih dalam bentuk nira (legen= jawa) untuk keperluan industri gula kelapa , nata de coco , asam cuka, produk miniman dan subtrat, serta alkohol yang juga mampu meningkatkan nilai jual dari produk kelapa. 

Gula kelapa : 
Kandungan sukrosan yang dominan diantara kandungan bahan kimia non air lainnya menjadikan nira sebagai sumbergula yang sangat potensial .
Nata de coco :
Adalah bahan olahan nira kelapa berbentuk gel, tektur kenyal seperti kolang-kaling , yang proses fermentasinya dibantu oleh mikro organisme Acetobacter xylium.
Asam cuka  
Dikenal sebagai penegas rasa , warna dan juga sebagai bahan pengawet karena membatasi pertumbuhan bakteri. 
Produk minuman : 
Dapat dibuat minuman segar non alkohol maupun alkohol dalam kadar rendah (tuak) ataupun dalam kadar tinggi (arak).
Subtrat : 
Yaitu bahan nutrien yang dipergunakan untuk menumbuhkan mikroba, Subtrat ini sangat diperlukan bagi pekerjaan di lab bioteknologi.

Baca Selengkapnya ....

TEKNIS BUDIDAYA BAWANG MERAH NASA

Posted by HARTINI NASA Friday, 1 December 2017 0 comments
BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN PUPUK NASA
Stockist NASA H.1339, SUHARTINI
Telp/Sms/Wa : 0857-5692-2292

 Budidaya bawang merah (Allium cepa) dihadapkan pada serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas, dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi diera perdagangan bebas.


A. PRA TANAM 

1. Syarat Tumbuh  
Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah aluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5,6 - 6,5 , ketinggian 0 - 400 mdpl, kelembaban 50-70%, suhu 25 - 320C. 

2. Pengolahan Tanah 
  • Sebarkan pupuk kandang dosis 0,5-1 ton/1000 M2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan kurang lebih 1 minggu).
  • Dibuat bedengan dengan lebar 120-180 cm.
  • Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air(canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  • Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis kurang lebih 1,5 ton/ha disebarkan diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
  • Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang . Diamkan 1 minggu lalu sebarkan/taburkan  merata diatas bedengan . 
3. Pupuk Dasar
  • Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 merata diatas bedengan , aduk rata dengan tanah. 
  • Jika dipakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis kurang lebih 20 kg/1000 m2dicampur rata dengan tanah dibedengan 
  • Siram SUPERNASA yang telah dicampur air, merata diatas bedengan , dosis kurang lebih 1 botol /1000 m2 dengan cara :                                                                                                          ==> Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 ltr air (dijadikan larutan induk) . Kemudian setiap 50 ltr air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan .              ==> Alternatif 2  : setiap 1 gembor vol 10 liter beri satu sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 m bedengan 
  • Biarkan selama 5-7 hari
4. Pemilihan Bibit
Ukuran umbi bibit 3-4 gr/umbi, telah disimpan 2-3 bulan, umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya), bentuk umbi kompak (tidak keropos) , kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilo)

B. FASE TANAM 

1. Jarak Tanam 
  • Pada musim kemarau , 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok 
  • Pada Musim Hujan 20 x 15 cm, varietas Tiron 
2. Cara Tanam
  • Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air (dosis 1 tutup/ltr air) 
  • Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yang telaah direndam NASA 
  • Simpan  selama 2 hari sebelum tanam 
  • Pda saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan kedalam permukaan tanah
  • Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.
C. AWAL PERTUMBUHAN (0 - 1 HST)

1. Pengamatan hama 
  • Waspadai hama ulat bawang (spodoptera axigua). telur diletakan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok , maksimal 80 butir . Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahhkan . Pada bawang lebih sering terserang ulat grayak  jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut/kalung hitam dileher , kendalikan dengan PESTONA.
  • Ulat tanah . Berwarna coklat hitam . Bagian pucuk /titik tumbuh dan tangkai rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulkan ulat pada senja / malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau perumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA .
  • Layu Fusarium . Daun bawang menguning , tanaman layu dengan cepat (jawa : ngoler) . Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar ditempat yang jauh . Preventif kendalikan dengan GLIO .
2. Penyiangan dan Pembumbunan
  • Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. 
  • Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang . Tanah disekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Bedengan yang rusak dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (Melem). 
3. Pemupukan Susulan
  • Dosis pemupukan tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/Za dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil , tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCI juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.
  • Pemupukan makro 2 kali (dosis per 1000 m2) :                                                                              => 2 minggu : 5-9 kg Urea + 10-20 kg ZA + 10-14 kg KCI                                                           => 4 minggu : 3-7 kg Urea +7-15 kg ZA + 12-17 kg KCI 
  • Campur merata ketiga jenis pupuk , taburkan disekitar rumpun atau garitan tanaman dan jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar. 
  • Jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15)dosis kurang lebih 20 kg /1000 m2 diberikan pada umur kurang lebih 2 minggu.
4. Pengairan
  • Penyiraman 2 kali, pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin disaat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit . Penyiraman sore hari dihentikan jika prosentase tanaman tumbuh mencapai lebih 90 %.
  • Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang 
  • Tinggi permukaan air pada saluran (Canal) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman.
D. FASE VEGETATIF (11-35 HST)
1. Pengamatan Hama dan Penyakit Bawang Merah
  • Hama Ulat Bawang , S. Exigua (lihat diatas) 
  • Thrips                                                                                                                                       ==> Mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban disekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70 % . Jika ditemukan serangan , penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Kendalikan dengan BVR atau PESTONA. 
  • Penyakit bercak ungu atau trotol                                                                                          ==> Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah . Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih kelabu didaun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya . Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman . Preventif taburkan GLIO .
  • Penyakit Antraknose atau Otomatis                                                                             ==> Penyebab jamur Colletotricum gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis) . Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan . Preventif kendalikan dengan GLIO.
  • Penyakit oleh virus .                                                                                                                ==> Pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung kesegala arah, terkulai serta anakanya sedikit. Pergunakan bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.
  • Busuk Umbi oleh Bakteri .                                                                                                      ==> Umbi jadi busuk dan berbau. Biasanya menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering. 
  • Busuk Umbi /Leher Batang oleh Jamur.                                                                               ==> Bagian yang terserang jadi lunak , melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek. (atur drainase). Preventif taburkan GLIO.  
Untuk pencegahan hama penyakit bawang merah usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan bawang-bawangan). Pestisida kimia sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama penyakit.
2. Pengolahan Tanaman Bawang Merah
  • Penyiangan kedua umur 30-35 HST , didangir, dibumbun dan bedengan yang rusak diperbaiki,  Semprot POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (campurkan dengan NASA) . 
  • Pengairan ,Penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan thrips dan hiujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.
E. PEMBENTUKAN UMBI (36-50 HST) 
Pengamatan HPT sama seperti fase vegetatif . Perlu diperhatikan pengairannya . Butuh air cukup dimusism kemarau, perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari. 

F. PEMATANGAN UMBI (51-65 HST) 
Fase ini tidak begitu banyak air . Penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.


G. PANEN DAN PASCA PANEN BAWANG MERAH
1. Panen 
  • 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah panen pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70-90 hari.. Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek.
  • Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya . Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (dipocong) 
2. Pasca Panen 
  • Penjemuran dengan alas anyaman bambu (gedeg). 
  • Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas , tujuannya mengeringkan daun . Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan . Kadar air 80-85 % baru disimpan di gudang. 
  • Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu . Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29 derajat celsius kelembaban 70-80 % , sanitasi gudang.

Baca Selengkapnya ....
Jual Pupuk Nasa | Copyright of GRIYA NASA.

DISTRIBUTOR NASA MAGELANG

Nama: Mei Rohayati
Alamat: Dsn. Semalen RT.003 RW.002
Desa Ngadirojo, Kec. Secang
Magelang (Jl. Alternatif Temanggung)
HP: 0858-7854-7715
BBM: D15B018A

DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Nama: Ari Kristianto
Alamat: Genuk Krajan No.19 Rt.07 Rw.04
Kel. Tegalsari, Kec. Candisari
Semarang
HP: 085-225-959595