Showing posts with label Produk Agrokomplek. Show all posts
Showing posts with label Produk Agrokomplek. Show all posts

Cara Menanam Semangka dengan Pupuk NASA

Posted by HARTINI NASA Monday, 28 January 2019 0 comments
Saat ini tingkat produksi  dan kualitas hasil panen semangka khususnya di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini disebabkan karena kondisi tanah yang keras sehingga kurang baik untuk budidaya, tanah miskin unsur hara dan hormon untuk tumbuh tanaman, pemupukan yang dilakukan tidak seimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca dan iklim lingkungan budidaya serta teknis budidaya petani yang perlu diperbaik.




PT Natural Nusantara (NASA) memiliki upaya untuk membantu para petani semangka dalam usaha meningkatkan hasil produksi semangka baik secara kuantitas, kualitas , dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim

Keadaan lingkungan yang baik untuk melakukan budidaya semangka adalah daerah dengan curah hujan ideal yaitu 40 - 50 mm/ bulan. Mendapatkan penyinaran sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Suhu lingkungan yang ideal yaitu 250 derajat Celcius. Tanaman semangka cocok ditanam pada dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

2. Media Tanam

Tanah yang baik untuk menanam semangka adalah tanah gembur yang kaya akan bahan organik. Tanah asam dan tanah kebun atau lahan persawahan yang telah dikeringkan tidak cocok jika digunakan untuk budidaya semangka. Tanaman semangka cocok dibudidayakan pada tanah geluh berpasir dengan pH tanah 6 sampai 6,7.

PEMBIBITAN SEMANGKA

1. Penyiapan Media Semai

  • Siapkan Natural GLIO. Natural GLIO sebanyak 1-2 kemasan dicampur dengan 25 -50 kg pupuk kandang untuk dosis 1000 m2.  Campuran Natural GLIO dan pupuk kandang dibiarkan  selama 1 minggu ditempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya (jika dirasa kering disiram dengan sedikit air) dan sesekali diaduk atau dibalik.
  • Campurkan tanah halus yang telah diayak sebanyak 2 bagian atau 2 ember volume 10 liter air, pupuk kandang matang (kompos) halus yang telah diayak sebanyak 1 bagian atau 1 ember , dan TSP (50 gr)  yang dilarutkan dengan 2 tutup botol POC NASA dan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dengan pupuk kandang (sebanyak 1-3 kg). Masukkan media semai berupa campuran tersebut ke dalam polybag  bibit ukuran 8-10cm sampai terisi 90%. 

2. Teknik Perkecambahan Benih

 Benih semangka dimasukkan ke dalam kain lalu diikat kemudian direndam selama 8 - 12 jam dalam larutan 1 sdm POC NASA dengan 1 liter air hangat setelah direndam, benih dalam ikatan kain kemudian diambil  dan dibungkus koran lalu diperam selama 1-2 hari. Apabila telah ada benih yang berkecambah diambil dan dibungkus koran lalu diperam selama 1-2 hari. Apabila telah ada benih yang berkecambah, benih diambil untuk disemaikan ke media semai. Apabila kering tambah dengan  sedikit air dan bungkus dengan kain lalu dimasukkan ke koran lagi dan tunggu hingga benih berkecambah.

3. Semai Benih dan Pemeliharaan Bibit

  • Pertama, media semai disiram dengan air bersih secukupnya. Benih yang calon akarnya telah tumbuh sepanjang 2-3 mm langsung disemai ke dalam polybag bibit sedalam 1 - 1,5 cm.
  • Kantong polybag semai diletakkan bederet menghadap ke timur agar terkena sinar matahari penuh. Tempat penyemaian diberi perlindungan plastik transparan dan salah satu ujungna dibuka
  • Semprotkan POC NASA untuk merangsang perkembangan bibit. Penyemprotan dilakukan 3-4 hari sekali. Penyiraman dilakukann1-2 kali sehari hingga bibit berumur 12- 14 hari dan siap dipindahtanamkan.

PENGELOLAAN MEDIA TANAM

 1. Pembukaan Lahan

Tanah dibajak sedalam kurang lebih 30 cm, kemudian dihaluskan dan diratakan. Bersihkan lahan dari gulma , batu , rumput liar , dan sisa-sisa tanaman serta perakaran.

2. Pembentukan Bedengan

Bedengan dibuat dengan lebar 6 - 8 m, dan tinggi bedengan minimal 20 cm.

3. Pengapuran

Dibutuhkan dolomit sebanyak 150-200 kg per 1000m2 lahan untuk pH tanah 4 - 5. Untuk pH tanah 5-6 dibutuhkan dolomit sebanyak 75-150 kg. Dan untuk tanah dengan pH > 6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

4. Pemupukan Dasar

  • Seminggu sebelum tanam, permukaan bedengan diberi pupuk kandang sebanyak 600 kg/ha
  • Pupuk kimia (anorganik) juga diberikan berupa ZA (140 kg/ha), TSP (200 kg/ha), dan KCl (130kg/ha)
  • 1-2 tutup botol POC NASA  dicampur air secukupnya dan disiramkan ke atas bedengan. Dosis tersebut cukup untuk 1000m2. Untuk hasil yang lebih optimal, POC NASA diganti dengan SUPERNASA dosis 1-2 botol per 1000m2 lahan. Aplikasikan dengan cara :

 Alternatif 1 :  1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Lalu setiap 200 cc larutan induk ditambahkan dengan 50 liter air untuk menyiram bedengan.

Alternatif 2 : 1 sdm SUPERNASA dilarutkan dengan 10 liter air (1 gembor) untuk menyiram 10 meter bedengan

5. Lain -lain

Bedengan perlu disiram , disiangi dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110 - 150 cm untuk menghambat pertumbuhan tanaman liar dan pernguapan air. Diatas plastik mulsa dilapisi jerami kering tebal 2-3 cm untuk perambatan tanaman semangka dan peletakan buah.

TEKNIK PENANAMAN SEMANGKA

1. Membuat Lubang Tanam

Buat lubang tanam dengan ukutan 8 - 10 cm. Lubang tanam berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan. Jarak antar lubang tanam yaitu 90 - 100 cm. Pembuatan lubang tanam dilakukan seminggu sebelum waktu penanaman.

2. Waktu Penanaman

Waktu paling baik untuk menanam yaitu pada pagi atau sore hari ketika matahari belum terik. Setelah ditanam, bibit kemudian disiram dengan air  hingga cukup basah.

PEMELIHARAAN TANAMAN

1. Penyulaman

Dilakukan 3-5 hari setelah selesai tanam

2. Penyiangan

Tanaman semangka hanya cukup memiliki dua buah saja , dengan pengaturan cabang primer yang cenderung lebih banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Penyiangan perlu dilakukan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan cukup disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang terdapat buah sebaiknya dipotong kaena dapat mengganggu pertumbuhan buah.

3. Perempelan

Lakukan perempelan pada tunas-tunas muda yang tidak berguna. Karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman maupun buah semangka uang sedang berkembang.

4. Pengairan dan Penyiraman

Pengairan dilakukan melalui saluran diantara bedengan atau penyiraman menggunakan gembor setiap 4-6 hari sekali. Sebaiknya pengairan jangan berlebihan.


5. Pemupukan

  • Pemupukan Susulan 1 (3 hari setelah tanam) : ZA 40 kg/ha, KCl 40 kg/ha
  • Pemupukan Susulan II (4-6 helai daun) : ZA 120 kg/ha , TSP 85 kg/ha , KCl 80 kg/ha
  • Pemupukan Susulan III (batang 45-55cm) : ZA 170 kg/ha, KCl 30 kg/ha
  • Pemupukan Susulan IV (tanaman berbunga) : ZA 130 kg/ha , KCl 30kg/ha
  • Pemupukan Susulan V (buah masih pentil) : ZA 80 kg/ ha , KCl 30 kg/ha
  • POC NASA digunakan ketika tanaman berumur 1 minggu hingga 6-7 minggu. Berikut cara aplikasi POC NASA (dosis untuk 1000 m lahan) :
    • Alternatif 1 : 6 - 7 kali (setiap 1 minggu sekali) dengan dosis 4 tutup botol per tangki
    • Alternatif 2 : 4 kali (setiap 2 minggu sekali) dengan dosis 6 tutup botol pertangki

6. Penyemprotan HORMONIK

Semprotkan HORMONIK pada  tanaman umur 21 - 70 hari setiap 7 hari sekali dengan dosis 1-2 tutup HORMONIK ditambah 3-4 tutup POC NASA setiap tangki semprot.

7. Pemeliharaan Lain

Pilih buah semangka yang berukuran cukup besar yang terletakantara 1-1,5 meter dari akar tanaman, bentuk buah baik, normal dan tidak cacat. Diperlukan 1-2 calon buah pada setiap tanaman dan sisanya dipangkas. Mulai calon buah berukuran 2 kg , sebaiknya buah sering dibalik  untuk menghindari warna yang kurang baik akibat terkena sinar matahari yang tidak merata.

HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN SEMANGKA

1. HAMA

  • Thrips
Hama Thrips berukuran kecil , berwarna kuning pucat kehitaman dan memiliki sungut badan beruas-ruas. Hama ini mengembara , menertap dan berkembang biak pada malam hari. Lakukan pengendalian dengan cara menyemprot Natural BVR atau Pestona
  • Ulat Perusak Daun
 Ulat ini berwarna hijau dengan garis hitam atau kuning. Hama ini memakan bagian daun hingga terlihat lapisan lilinnya saja dan dari jauh terlihat seperti berlubang. Lakukan pengendalian dengan meyemprot Natural VITURA atau PESTONA.
  •  Tungau
Hama ini berukuran kecil berwarna merah kekuningan atau kehijauan, menyerang dengan meghisap cairan tanaman. Gejala tanaman yang terserang yaitu adanya jarang-jarang sarang tungau dibawah permukaan daun, daun menjadi berwarna pucat. Lakukan pengendalian dengan menyemprot Natural BVR atau PESTONA
  • Ulat Tanah
Ulat ini berwarna hitam dengan bintik-bintik atau garis - garis , panjang tubuhnya sekitar 2-5 cm. Hama ulat tanah merusak tanaman pada malam hari,menyerang bagian daun dan tunas -tunas muda. Ulat tanah dewasa memangsa pangkal tanaman. Lakukan pengendalian dengan melakukan penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya. Semprot tanaman yang terserang menggunakan Natural Vitura / Virexi atau Pestona
  • Lalat Buah
 Hama ini berwarna kuning bercak-bercak, memiliki belalai dan sayap transparan. Gejala  buah yang terserang lalat buah yaitu terdapat bekas luka pada kulit buah karena tusukan belalainya, daging buah jadi beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Untuk mengendalikannya, bersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul, memasang perangkap lalat buah dan semprot dengan PESTONA

2. Penyakit

  • Penyakit Layu
Disebabkan karena kondisi lingkungan yang ditumbuhi jamur karena cuaca yang lembab. Penyakit layu menyebabkan tanaman yang tadinya lebat dan subur menjadi busuk. Pengendalian dilakukan dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan serta menanam semangka pada areal baru yang belum pernah ditanami. Aplikasikan Natural GLIO sebelum atau saat penanaman
  • Bercak Daun
 Penyakit ini disebabkan oleh spora bibit penyakit yang terbawa angin dari tanaman  lain yang terserang. Gejala penyakit bercak daun yaitu terdapat bercak kuning pada permukaan daun yang lama kelamaan berubah menjadi warna coklat dan mengering kemudian mati. Gejala lain yang terlihat yaitu terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu keunguan. Lakukan pengendalian seperti pada penyakit layu.
  • Antraknosa
Penyakit ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang ditumbuhi jamur karena cuaca yang lembab. Gejala yang muncul yaitu terdapat bercak coklat pada daun yang kemudian berubah menjadi kemerahan dan menyebabkan daun mati. Gejala penyakit antraknosa yang menyerang buah adalah terdapat bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan akan meluas. Dapat dilakukan pengendalian penyakit antraknosa seperti pada penyakit layu.

PANEN SEMANGKA

  1. Ciri dan Umur Panen

Semangka dapat dipanen setelah tanaman berumur 70-100 hari. Ciri semangka yang siap panen adalah buah telah berubah warna dan batang buah telah mengecil.
  1. Cara Panen

Pemetikan semangka dilakukan saat cuaca cerah agar buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya dan lebih tahan lama saat disimpan dalam gudang. Pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

Baca Selengkapnya ....

TANGGUH Dekomposer NASA Pupuk Hayati

Posted by HARTINI NASA Friday, 19 May 2017 0 comments
TANGGUH Dekomposer atau Pupuk Hayati adalah salah satu produk terbaru PT. NATURAL NUSANTARA terbaru kategori Agrokomplek pertanian bersamaan dengan TANGGUH Probiotik (TAPRO) Peternakan Perikanan yang akan membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi tanaman dengan tetap memenuhi standar Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian Lingkungan (Aspek K-3). 
Produk Pupuk Hayati TADEC ini murni dibuat dari bahan-bahan alami ramah lingkungan sehingga aman untuk lingkungan, hewan dan juga manusia.


TANGGUH Dekomposer (TADEC) ini mengandung mikroorganisme yang berguna sebagai :

  • Mikrobia perombak bahan-bahan organik
  • Mikrobia penambat Nitrogen (N)
  • Mikrobia Pelarut Phospat (P)
  • Mikrobia penghasil fitohormon
  • Mikrobia bermanfaat lainnya
Manfaat Pupuk Hayati TANGGUH Dekomposer NASA 
  • Mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman.
  • Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada di tanah.
  • Meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.
  • Berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.
  • Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen.
Kandungan Unsur TANGGUH Dekomposer NASA :
N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, Al, Na, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat - Vulfat

Dosis dan cara Pemakaian Pupuk Hayati dan Dekomposer TANGGUH 
~~ Pemakaian Sebagai DEKOMPOSER
  1. Siapkan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik, limbah pertanian, dll) yang akan difermentasi.
  2. Campur TANGGUH Dekomposer (TADEC) 1 liter dengan air secukupnya (lebih baik lagi ditambahkan molase / gula merah / gula pasir 1/4 kg + Urea 1/4 kg untuk mempercepat fermentasi) untuk 1 - 2 ton bahan yang akan difermentasi.
  3. Semprot / siram larutan sampai merata pada bahan baku.
  4. Atur tumpukan bahan yang telah tercampur dengan ketinggian maksimal 1 meter.
  5. Tutup bahan yang telah tercampur, usahakan bahan terhindar dari hujan ataupun panas matahari secara langsung.
  6. Lakukan pembalikan minimal 5 - 10 hari sekali.
  7. Jaga kelembaban, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Apabila terlalu kering, semprotkan / siramkan air secukupnya.
  8. Setelah 1 - 3 minggu (tergantung jenis bahan) akan jadi matang dengan ciri-ciri : memerah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap dari bahan aslinya.
~~ Pemakaian Sebagai Pupuk Hayati 
Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati : 3 - 6 liter / ha.
  • Penyiraman ke tanah dengan dosis 2 - 3 cc / liter air (1 tutup botol / 5 liter air)
  • Penyemprotan ke tanaman dengan dosis 50 - 70 cc / tangki (5 tutup botol / tangki
HARGA TANGGUH DEKOMPOSER NASA


TANGGUH Dekomposer
Kode: TADEC
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         75.000
WILAYAH 1
Rp.         82.000
WILAYAH 2
Rp.         86.000
WILAYAH 3
Rp.         90.000
WILAYAH 4
Rp.         98.000
Volume: 1 Liter
Keterangan Wilayah:
Wilayah 1: Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Banjarbaru

Wilayah 2: Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Botang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin

Wilayah 3: Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Sanggau, Tarakan, Sintang, Tanjung Pinang / Batam, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, Poso, KEPRI, Masama

Wilayah 4: Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara

TANGGUH Dekomopser NASA sangat baik untuk semua jenis tanaman pangan, buah-buahan juga perkebunan. dapatkan TADEC NASA hanya di GRIYA NASA...!!!
Kami STOCKIST NASA H.1339 melayani konsultasi dan pembelian semua PRODUK NASA baik grosir dan eceran, online dan offline, dalam negri maupun luar negri.

Baca Selengkapnya ....

CORRIN Pengendali Kresek Jamur Blast Tanaman

Posted by HARTINI NASA Wednesday, 17 May 2017 0 comments
CORRIN adalah Pestisda Biologi atau Agens Hayati produk PT. Natural Nusantara yang berbasis bakteri Antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.


Fungsi Utama Agens Hayati CORRIN NASA :
  1. Mengendalikan penyakit Hawar daun (HDB) atau penyakit Kresek pada padi yang disebabkan bakteri patogen Xamthomonas oryzae.
  2. Mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang disebabkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS).
  3. Mengendalikan penyakit Blast (Pyricularia Oryzae).
  4. Mengendalikan penyakit Bercak Daun (Cercospora).
CORRIN NASA juga dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit layu pada sayuran (Fusarium), Akar Gada pada Kobis (Plasmodiophora Brassicae) dan Layu pada pisang (Fusarium).

Dosis dan Cara Penggunaan CORRIN Pestisida Biologi NASA :
  • Benih ==> 2 - 4 gr/lt ==> Dengan cara direndam sebelum semai.
  • Padi ==> 2 - 4 gr / lt ==> Dengan cara disemprot pada 14, 18 dan 42 HST.
  • Sayuran ==> 3 - 5 gr / lt ==> Dengan cara disemprot 10 - 20 hari sekali.
Keterangan : 
  • Perendaman benih selama + 15 menit.
  • Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari.
  • Dilarang mencampur CORRIN dengan pestisida kimia.
  • Sprayer dibersihkan dari sisa-sisa pestisida kimia sebelum digunakan.
Harga CORRIN NASA Agens Hayati 
CORRIN
Kode: CORRIN
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         50.000
WILAYAH 1
Rp.         52.000
WILAYAH 2
Rp.         53.000
WILAYAH 3
Rp.         54.000
WILAYAH 4
Rp.         57.000
Volume: 100 Gram
Keterangan Wilayah:
Wilayah 1: Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Banjarbaru

Wilayah 2: Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Botang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin

Wilayah 3: Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Sanggau, Tarakan, Sintang, Tanjung Pinang / Batam, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, Poso, KEPRI, Masama

Wilayah 4: Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara

Dapatkan CORRIN NASA Agens Hayati Pengendali Kresek, Jamur dan Blast pada tanaman hanya di GRIYA NASA...!!!
Kami juga merupakan STOCKIST RESMI NASA dengan kode Stockist H.1339, melayani konsultasi, pembelian produk serta Pendaftaran Member baru NASA, baik secara online maupun offline, luar negri dan manca negara.

Baca Selengkapnya ....

Agens Hayati Natural BVR NASA

Posted by HARTINI NASA 0 comments
Natural BVR (Beuveria Bassiana) merupakan salah satu produk pestisida organik PT. Natural Nusantara sebagai pengendali hama dan penyakit pada tanaman. Natural BVR sangat efektifdan efisien membasmi hama sasaran, akan tetapi tidak akan mematikan musuh alami, jadi sangat selaras dengan keseimbangan alam. Natural BVR NASA mendukung program pertanian berkelanjutan, mudah digunakan dan harganya cukup terjangkau, aman bagi lingkungan, manusia dan juga hewan.



Manfaat Penggunaan Natural BVR :
  1. BVR efektif dan efesien terhadar hama sasaran.
  2. BVR tidak membunuh musuh alami.
  3. BVR selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif lebih murah.
  4. BVR mendukung program pertanian berkelanjutan.
  5. BVR aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Mekanisme Kerja Natural BVR Produk Pestisida Organik NASA 
==> Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam.
BVR menempel pada kulit hama dan serangga serta mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit.
BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveorilides, Asam Oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badab buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari. Penularan dapat melalui angin. 
Kematian hama berkisar + 4 - 8 hari setelah terinfeksi BVR.

Tanaman Sasaran :
==> Padi, bawang Merah, Kacang Panjang, cabai, Tomat, Kubis, Buncis, semangka, Kentang, Apel, mangga, Coklat, dll.

Hama Sasaran Utama BVR :
==> Wereng , Penggerek hama batang padi, Walang sangit, Kutu daun, Kutu Dompolan, dan Penggerek Buah Coklat.

Petunjuk Penggunaan dan Dosis BVR
  1. Dosis 1 - 2 gram /liter atau 100 gram per 1000 m2.
  2. Semprotkan ke tanaman pada sore hari.
  3. Bisa dicampur POC NASA dan HORMONIK.
Peringatan Penggunaan BVR NASA 
  • Jangan dicampur dengan pestisida lain.
  • Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari.
Harga Agens Hayati Natural BVR NASA 

Natural BVR
Kode: CORRIN
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         38.000
WILAYAH 1
Rp.         40.000
WILAYAH 2
Rp.         41.000
WILAYAH 3
Rp.         42.000
WILAYAH 4
Rp.         45.000
Volume: 100 Gram
Keterangan Wilayah:
Wilayah 1: Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Banjarbaru

Wilayah 2: Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Botang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin

Wilayah 3: Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Sanggau, Tarakan, Sintang, Tanjung Pinang / Batam, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, Poso, KEPRI, Masama

Wilayah 4: Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara


Dapatkan Natural BVR Agens Hayati Pengendali Hama pada tanaman hanya di GRIYA NASA...!!!
Kami juga merupakan STOCKIST RESMI NASA dengan kode Stockist H.1339, melayani konsultasi, pembelian produk serta Pendaftaran Member baru NASA, baik secara online maupun offline, luar negri dan manca negara.

Baca Selengkapnya ....

Natural GLIO Pestisida Pengendali Jamur Tanaman

Posted by HARTINI NASA 0 comments
Natural GLIO (Gliocladium) adalah salah satu produk pestisida organik pengendali penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO dapat digunakan untuk menghancurkan inokulum atau sumber infeksi penyakit bagi tanaman serta mencegah penyebaran sumber infeksi penyakit dengan kolonisasi tanah. Pestisida organik dari NASA ini juga mampu melindungi akar-akar tanaman dan perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit pada tanaman. Penggunaan Natural GLIO ini aman bagi lingkungan, manusia dan hewan.



Manfaat Natural GLIO NASA 
  • GLIO dapat menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
  • GLIO tidak mencegah tersebarnya sumber infeksi penyakit.
  • GLIO mampu melindungi  akar tanaman dan juga perkecambahan biji dari sumber infeksi penyakit tanaman.
  • GLIO selaras dengan keseimbangan alam, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Mekanisme Kerja Natural GLIO Pestisida Organik NASA 
==> Natural GLIO NASA memiliki sifat Hiperparasit terhadap penyakit tanaman (pathogen), sehingga dapat terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi dalam tanah. natural GLIO akan mengeluarkan zat antbiotik berupa Gliovirin dan Viridin. Zat antibiotik ini akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman. Natural GLIO ini akan berkembang terus menerus mengkolonisasi sehingga dapat melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Penyakit Sasaran 
  1. Sasaran Utama : Rebah Semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.), Penyakit layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
  2. Sasaran Lainnya : Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.), Akar Gada / Bengkak (Plasmodiphora sp.)
Catatan : 
  • GLIO terutama bersifat prefentif (Pencegahan)
  • GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.
Harga GLIO NASA Pengenndali Penyakit Jamur pada Tanaman :


Natural GLIO
Kode: GLIO
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         40.000
WILAYAH 1
Rp.         42.000
WILAYAH 2
Rp.         43.000
WILAYAH 3
Rp.         44.000
WILAYAH 4
Rp.         47.000
Volume: 100 Gram



Keterangan Wilayah:
Wilayah 1: Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Banjarbaru

Wilayah 2: Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Botang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin

Wilayah 3: Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Sanggau, Tarakan, Sintang, Tanjung Pinang / Batam, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, Poso, KEPRI, Masama

Wilayah 4: Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara

Dapatkan GLIO NASA Agens Hayati Pengendali Penyakit Jamur  pada tanaman hanya di GRIYA NASA...!!!
Kami juga merupakan STOCKIST RESMI NASA dengan kode Stockist H.1339, melayani konsultasi, pembelian produk serta Pendaftaran Member baru NASA, baik secara online maupun offline, luar negri dan manca negara.

Baca Selengkapnya ....

TON Pupuk Organik Tambak Kolam

Posted by HARTINI NASA 0 comments
TON (Tambak Organik Nusantara) merupakan pupuk alami untuk tambak dan kolam dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang berbahan dasar organik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak dan kolam. Sebagai suplemen tambak dan kolam organik, Pupuk TON berperan besar dalam memperbaiki dan menjaga kelestarian lingkungan dengan menyediakan mineral-mineral alami yang dibutuhkan komoditi pertambakan seperti udang dan bandeng.


TON juga berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan plankton yang merupakan pakan alami udang dan bandeng (faktor kesuburan perairan).
Selain itu, TON juga akan mengikat logam berat sekaligus mengurai senyawa kompleks yang berbahaya atau beracun bagi komoditi udang atau bandeng. Produk perikanan organik NASA ini juga membantu udang untuk melakukan molting dengan lebih rutin,

Peran dan Fungsi TON Pupuk Organik Tambak & Kolam
  • Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan ataupun udang.
  • Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
  • Memberi semua jenis unsur baik makro maupun mikro yang lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan ikan juga bandeng.
  • Membantu dan merutinkan proses molting udang.
  • Membantu sistem pencernaan pada udang.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh pada udang.
  • Meningkatkan perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan udang dan bandeng dan lingkungan tambak.
  • Membantu melestarikan dan mempertahankan kelestarian ekosistem tambak.
Harga Pupuk Organik TON NASA

Pupuk Tambak TON Kecil
Kode: TONK
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         55.000
WILAYAH 1
Rp.         57.000
WILAYAH 2
Rp.         58.500
WILAYAH 3
Rp.         60.000
WILAYAH 4
Rp.         63.500
Volume: 250 Gram

Pupuk Tambak TON Besar
KODE: TONB
WILAYAH
HARGA RESMI
WILAYAH JAWA
Rp.         500.000
WILAYAH 1
Rp.         512.000
WILAYAH 2
Rp.         518.000
WILAYAH 3
Rp.         524.000
WILAYAH 4
Rp.         539.000
Volume: 3 Kg
Keterangan Wilayah:
Wilayah 1: Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Banjarbaru

Wilayah 2: Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Botang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot, Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal Pinang, Palopo, Luwu, Tanah Laut, Barabai, Amuntai, Batu Licin

Wilayah 3: Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, Banda Aceh, Ketapang, Kutai Barat, Sanggau, Tarakan, Sintang, Tanjung Pinang / Batam, Malino, Tamiang Layang, Bengkayang, Buntok, Barito Selatan, Poso, KEPRI, Masama

Wilayah 4: Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara

Dapatkan TON Pupuk Organik Tambak & Kolam hanya di GRIYA NASA...!!!
Kami juga merupakan STOCKIST RESMI NASA dengan kode Stockist H.1339, melayani konsultasi, pembelian produk serta Pendaftaran Member baru NASA, baik secara online maupun offline, luar negri dan manca negara.

Baca Selengkapnya ....
Jual Pupuk Nasa | Copyright of GRIYA NASA.

DISTRIBUTOR NASA MAGELANG

Nama: Mei Rohayati
Alamat: Dsn. Semalen RT.003 RW.002
Desa Ngadirojo, Kec. Secang
Magelang (Jl. Alternatif Temanggung)
HP: 0858-7854-7715
BBM: D15B018A

DISTRIBUTOR NASA SEMARANG

Nama: Ari Kristianto
Alamat: Genuk Krajan No.19 Rt.07 Rw.04
Kel. Tegalsari, Kec. Candisari
Semarang
HP: 085-225-959595